Slot Gacor MAXWIN

Selalu Membayar Kemenangan Anda

Uncategorized

Memahami Kerja Otak Pelaku Perselingkuhan | InfoBogor

May 19, 2015 By administrator

Sangat sulit untuk mengetahui mengapa orang tertentu cenderung mudah melakukan perselingkuhan. Sementara orang yang lain kelihatan anteng-anteng saja dan tak pernah terlihat tergoda untuk menduakan hati. M Gary Neuman, konsultan pernikahan seperti dikutip dari WebMD pernah melakukan survey terhadap 200 pasangan yang tertimpa kasus perselingkuhan untuk mengetahui rahasia di balik ketidaksetiaan.

Selama penelitian dia lebih sering mendapat jawaban dari sudut pandang sang istri. Karenanya untuk bukunya The Truth About Cheating, Neuman kemudian meneliti lagi 200 orang peselingkuh dan yang setia untuk mengetahui isi kepala pria yang berselingkuh. Berikut kesimpulan Neuman:

48 persen menyebut ketidakpuasan emosional jadi alasan utama berselingkuh.
Seringkali disebut masalah seks adalah alasan mengapa pria berselingkuh. Salah. Hanya delapan persen yang menyebut urusan ranjang ini. Pria tak sepenuhnya makhluk seksual. “Pria juga makhluk yang didorong emosi juga. Mereka ingin kaum wanita mengakui betapa mereka sudah berusaha keras untuk melakukan segala sesuatu dengan benar,” kata Neuman.

Sayangnya di masyarakat umumnya juga ada anggapan bahwa pria yang terlalu mudah mengungkapkan perasaan dianggap tidak kurang macho. Padahal hal semacam ini juga perlu diungkapkan.

66 persen pria merasa bersalah saat bersikap tak setia.
Mereka melakukan tapi juga menyesal. Jadi para peselingkuh sebenarnya bukan makhluk tak berhati juga. Faktanya 68 persen pelaku perselingkuhan tak pernah membayangkan mereka bakal melakukan hal itu atau berharap mereka tak pernah melakukannya. Sayangnya fakta ini tak cukup untuk menghentikan mereka.

“Kaum pria sangat baik dalam mengkotak-kotakan perasaan,” kata Neuman. “Mereka bisa menahan emosi dan berdamai dengannya.”

77 persen pelaku perselingkuhan punya teman baik yang juga pelaku perselingkuhan.
Sering bergaul dengan orang yang menganggap perilaku perselingkuhan adalah normal, lama-lama akan membuat orang membenarkan perilaku itu sebagai sebuah kemungkinan.

Masalahnya kita juga tak mungkin memerintahkan orang dewasa untuk tidak bergaul dengan orang tertentu. Solusinya Neuman menyarankan untuk menghindarkan mereka yang berpotensi untuk berselingkuh dari kondisi dan tempat yang memungkinkan itu terjadi. Sembari menciptakan lingkungan yang membahagiakan yang mendukung keutuhan keluarga.

40 persen pria yang berselingkuh menemukan pasangan selingkuh di dunia kerja.
“Seringnya perempuan yang akhirnya jadi pasangan selingkuh adalah yang suka memujinya, mengaguminya atau memberi perhatian pada pencapaian sang pria,” kata Neuman. Itu adalah alasan lain mengapa di rumah penting untuk saling menghargai dan menghormati. Pada saat itu pasangan harus mulai memiliki aturan main, sejauh dan seakrab apa mereka bisa berteman dengan rekan kerjanya.

12 persen pria peselingkuh menganggap pasangan selingkuh mereka lebih menarik dari pasangannya.
“Pada sebagian besar kasus, perselingkuhan terjadi karena ada kekosongan emosi,” kata Neuman. “Jika Anda khawatir terjadi perselingkuhan, fokus saja pada bagaimana menguatkan hubungan agar bisa lebih saling mencintai dan membutuhkan. Bukan bersoalan fisik dan seksual semata.”

Tags: perselingkuhan, tips cinta