Slot Gacor MAXWIN

Selalu Membayar Kemenangan Anda

Uncategorized

InfoBogor » Pemkot Bogor Akan Mengawasi Lebih Ketat Terhadap KTR

Penerapan Peraturan Daerah (Perda) No. 12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dianggap masih belum optimal. Pemerintah Kota Bogor bakal melakukan pengawasan lebih ketat.

“Kedepan, perlu lebih sinergitas lagi antara instansi terkait seperti Bagian Hukum, Dinas Kesehatan dan Satpol PP sehingga penerapan KTR bisa berjalam lebih optimal lagi, “ kata Wakil Walikota Bogor Achmad Ru’yat ketika menerima Audensi tim KTR, di Balaikota, Kamis (9/1/2014).

Ru’yat menilai, penegakan Perda KTR sudah berjalan. Namum Tindak Pidana Ringan terhadap para pelanggar KTR perlu dibuatkan formula baru, melibatkan media dan humas, sehingga tersosialisasikan kepada masyarakat dan adanya efek public

Dalam pertemuan yang dihadiri Asiten Administrasi Kemasyarakatan dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bogor Azrin Syamsudin, Bagian Hukum, Satpol PP, Organda, LSM AMAR, Forum Kota Sehat, NoTC, dan Dinas Kesehatan tersebut, Ru’yat menyampaikan terimakasih kepada Tim KTR yang telah menunjukkan kinerjanya cukup baik.

Ru’yat mengaku bangga karena Kota Bogor telah menjadi percontohan dari berbagai Kota di Indonesia dalam penerapan Perda KTR tersebut. “ Kita melihat dari segi kebijakan Perda KTR sudah berjalan bagus, termasuk Komitmen Pemerintah Kota Bogor membatasi iklan-iklan rokok.

Wakil Walikota Achmad Ru’yat untuk lebih mengintensifkan lagi sosialisasi bahaya merokok. “Pencegahan itu jauh lebih penting,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan, Naniek Widayani mengakui, masih menghadapi kendala dalam penerapan Perda KTR di Kota Bogor.

Kendala dimaksud, kata Naniek, penerapan Perda KTR masih mendapat tantangan diantaranya masih terjadinya pelanggaran Perda dilingkungan tempat kerja Pemerintahan Kota Bogor. ” Mestinya, Pemerintah Kota Bogor menjadi etalase penerapan perda KTR,” ujarnya.

Selain itu, menurut Naniek, walaupun pemberian sanksi bagi pelanggar Perda KTR telah dilaksanakan, bahkan telah menyentuh pimpinan SKPD dengan mengeluarkan surat teguran, namun belum memberikan efek jera bagi pelanggarnya. Makanya, kedepan perlu sosialisasi yang lebih gencar sehingga Kota Bogor bebas Asap Rokok akan terwujud.

Persoalan lainnya lanjut Nanik adalah, gempuran iklan atau promosi rokok di Kota Bogor. “Walaupun pemasangan iklan rokok melalui baliho sudah dibatas, tapi pola baru promosi rokok lewat SPG (Sales Promotion Girl) rokok kini makin merambah masuk ke perkantoran – perkantoran.

” Kita berharap kedepan perlu dibuatkan Perwali (Peraturan Walikota) yang mengatur pembatasan Iklan Rokok, sehingga regulasinya akan lebih jelas, “ pungkasnya.

Sumber: Pemkot Bogor