Tuesday, 21/11/2017 | 10:47 UTC+7
InfoBogor
InfoBogor

Warga Bogor Keluhkan Sopir Angkot Tak Patuhi Tarif Baru

Warga Bogor Keluhkan Sopir Angkot Tak Patuhi Tarif Baru

Meski Organda dan Pemerintah Kota Bogor telah menetapkan dan mensosialisasikan tarif baru sejak Senin, 05 Januari 2015 , pasca turunnya harga bensin premium menjadi RP 7.600/Liter melalui pembentangan spanduk di beberapa titik strategis Kota Bogor, namun nyatanya masih saja terjadi sopir angkutan kota (angkot) yang tidak mematuhi aturan tarif yang telah ditentukan tersebut, imbasnya, warga penumpang menjadi pihak yang dirugikan.

Seperti diceritakan Winda, warga Gang Menteng Kecamatan Bogor Tengah. Selasa pagi (06/01/2015), dirinya yang bekerja di kawasan Pajajaran, Bogor Timur, berangkat dari rumah menggunakan angkot trayek 03 jurusan Baranang Siang-Merdeka. Saat membayar dia keluarkan uang pecahan lima ribuan dari kantungnya, si supir lantas mengembalikan kelebihan pembayarannya kepada Winda sebesar Rp 1.500, yang artinya Winda oleh si supir tetap dikenai tarif lama oleh si supir yang sebesar Rp 3.500, padahal Pemkot telah menetapkan tarif baru sebesar Rp 3.000 sebagaimana yang terpampang di spanduk sosialisasi penurunan tarif angkot di Kota Bogor.

“Supir angkot itu memang keterlaluan kalau urusan taat aturan, sudah ngetem sembarangan dan bikin macet, masalah tarif pun mereka tak mau ikuti aturan,” ketus Winda. “Bukan cuma saya lho, penumpang lain pun mengeluh dari kemarin,” imbuh dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, tarif angkot di Kota Bogor, turun Rp500. Penurunan tarif baru angkot itu resmi berlaku mulai Seninn 5 Januari 2015.Keputusan menurunkan tarif angkot sebesar Rp 500 ini dilakukan setelah Pemkot Bogor, menggelar pertemuan bersama Organisasi Angkutan Darat (Organda) terkait penyesuaian tarif pasca turunnya harga bahan bakar minyak (BBM).

Sumber: Bogor Pos

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

InfoBogor adalah sebuah media online yang menempatkan dirinya di tengah-tengah kesibukan warga Bogor yang terus mengembangkan dirinya.