Saturday, 25/10/2014 | 9:25 UTC+7
InfoBogor
InfoBogor

Kemacetan Masih Jadi Kendala Tertinggi di Kota Bogor

Kemacetan Masih Jadi Kendala Tertinggi di Kota Bogor
Transportasi di wilayah Kotamadya Bogor dilayani oleh mobil-mobil kecil angkutan kota (disingkat “angkot”). Dengan semakin besarnya jumlah mobil angkutan kota, Bogor sering juga disebut sebagai “kota sejuta angkot”.
Dari hasil survey/polling, kemacetan di Kota Bogor masih sangat tinggi presentasinya hal ini akan menjadi PR besar bagi pihak pihak yang terkait didalamnya
Jumlahnya yang kian bertambah dan peremajaan setiap tahun telah menjadikan arus lalu lintas Kota ini nampak semakin semrawut, terlebih banyak angkot yang sering “ngetem” di pusat keramaian kota maupun persimpangan jalan.Meskipun sejumlah petugas Polantas dan LLAJ Kota Bogor telah dikerahkan untuk mengantisipasi kemacetan, namun banyak sopir angkot yang lebih lihai melanggar peraturan lalu lintas demi mengejar setoran, yakni menaikkan dan menurunkan penumpang di bukan tempatnya.Kemacetan sering terjadi di persimpangan Tugu Kujang, Stasiun Kereta Api, Pusat Perbelanjaan/pasar, kawasan sekolah, dan lokasi keramaian lainnya.

Salah seorang Sopir Angkot 03 jurusan Terminal Baranangsiang-Bubulak, Hidayat mengaku dirinya kerap “ngetem” didepan pintu perlintasan Kereta Api Taman Topi lantaran banyak penumpang yang menanti disekitar lokasi mitu.

“kebanyakan penumpang KRL menumpuk saat jam kedatangan, tapi bila ada Polantas yang bertugas kami hanya melintas perlahan sampai depan Lapas Paledang lalu ngetem disekitar itu”, katanya.

Berdasarkan data DLLAJ Kota Bogor, sumber kemacetan lalu lintas adalah keterbatasan prasarana lalu lintas, jumlah kendaraan yang melebihi kapasitas, tingginya perkembangan dan aktivitas penduduk.

Para pelaku penyebab kemacetan di Kota Bogor adalah pemerintah Kota Bogor, pengusaha, pedagang kaki lima, supir angkutan kota, petugas lalu lintas dan pengguna jalan. Dengan kendala: koordinasi antara Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor, Tata Rang, keuangan dan penegakkan hukum.

Sedangkan alternatif kebijakannya adalah kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, penataan kawasan penting, meningkatkan prasarana lalu lintas, pengaturan trayek, penegakkan disiplin, dan mengurangi angkutan kota atau/dan penggantian moda.

Sumber: Bogor News

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

InfoBogor adalah sebuah media online yang menempatkan dirinya di tengah-tengah kesibukan warga Bogor yang terus mengembangkan dirinya.