Tuesday, 21/11/2017 | 10:46 UTC+7
InfoBogor
InfoBogor

Gejala Stres Akibat Kecanduan Smartphone

Gejala Stres Akibat Kecanduan Smartphone

Penggunaan smartphone seharusnya membuat hidup lebih mudah, praktis dan menyenangkan. Anda bisa mengecek email perusahaan, bersosialisasi dengan banyak orang dari berbagai dunia bahkan mengerjakan tugas kantor hanya lewat ponsel pintar.

Tapi fenomena yang ada saat ini, kehadiran smartphone justru menimbulkan masalah baru. Tak sedikit orang yang mengalami stres atau gelisah karena sudah kecanduan smartphone atau teknologi. Dalam sebuah studi ditemukan bahwa anak muda saat ini tidak bisa lepas dari teknologi dan mereka harus selalu terkoneksi selama 24 jam penuh. Beberapa di antara pengguna ponsel menunjukkan adanya gejala stres. Apakah Anda salah satunya? Ini dia lima tanda gejala anda stress akibat kecanduan smartphone, seperti dikutip dari Huffington Post.

1. Merasa Ada Kebutuhan Harus Segera Merespon
Setiap ada email, online chat atau notifikasi di social media, Anda merasa harus segera meresponnya meskipun tidak terlalu darurat. Apabila aktivitas di dunia maya sampai mengganggu interaksi sosial Anda di dunia nyata, baik itu saat presentasi kerja, kuliah atau bersenda gurau dengan teman, merupakan indikasi bahwa perilaku Anda menjadi kompulsif. Ada baiknya jika sesekali Anda menjauhkan diri dari gadget kesayangan. Sekadar untuk menyadari bahwa tidak semua pesan teks harus segera dibalas.

2. Mengalami Gejala Phantom Cellphone Syndrome
Sindrom ini ditandai dengan gejala; Anda yakin merasakan telepon bergetar di dalam tas, tapi saat mengambilnya, tidak ada satu pun notifikasi. Sindrom Phantom adalah suatu gejala Anda mengalami kecanduan teknologi dan saat ini telah menjangkiti sebagian besar orang yang menggunakan ponsel pintar. Sebuah studi yang dilakukan di Indiana University menemukan ada 89 persen pelajar dan mahasiswa pernah mengalami ‘vibrasi palsu’ saat membawa-bawa ponsel mereka.

3. Gelisah karena Social Media
Seseorang yang terus menerus memikirkan apa yang dilakukan orang lain di social media, berita atau kabar apa saja yang beredar di dunia maya, atau melihat postingan foto orang setiap menit bisa dibilang telah ‘terjangkit’ FOMO (fear of missing out). FOMO juga tidak bisa menahan hasratnya untuk selalu mengecek News Feed atau timeline. Ketika mem-posting sesuatu, dia akan mengharapkan ada reply atau komentar dari akun social media yang lainnya. Dia akan merasa gelisah apabila ada orang lain yang mendapat banyak respon begitu satu menit memposting sesuatu.

4. Cuek dengan Orang yang Ada di Hadapannya
Hampir semua orang yang punya smartphone mungkin pernah melakukannya. Anda makan malam bersama teman atau keluarga di restoran, dengan ponsel berada di samping piring. Apapun yang dibicarakan orang di depan atau samping Anda menjadi tidak menarik dan Anda asyik sendiri larut dalam dunia maya yang ada di genggaman tangan.

Merespon reply, online chat atau BBM boleh saja. Tapi Anda tidak harus terus menerus mengecek ponsel hanya untuk melihat, apakah foto yang baru Anda posting mendapat komentar atau tidak. Perilaku ini jelas bisa menjauhkan Anda dari orang-orang terdekat dan hubungan pertemanan bisa merenggang. Untuk menghindarinya, buatlah resolusi untuk bebas satu atau dua jam saja dari smartphone saat bersama orang terdekat.

5. Cemas Jika Jauh dari Ponsel
Gejala ini biasa disebut dengan nomophobia, yaitu sebutan bagi mereka yang tidak bisa hidup tanpa ponsel atau jaringan internet. Ditandai dengan tidak sanggup mematikan atau menon-aktifkan ponsel, mengisi ulang baterai dalam jarak waktu yang berdekatan dan tidak bisa meninggalkan ponsel bahkan saat ke kamar mandi. Apabila sampai pada tahap yang parah hingga menyebabkan stres atau depresi, maka gangguan mental ini sebaiknya segera di atasi dengan bantuan psikolog atau psikitater.

Sumber: Huffington Post

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

InfoBogor adalah sebuah media online yang menempatkan dirinya di tengah-tengah kesibukan warga Bogor yang terus mengembangkan dirinya.