Tuesday, 21/11/2017 | 10:44 UTC+7
InfoBogor
InfoBogor

DKP Kota Bogor akan Tambah 22 Taman Kota

DKP Kota Bogor akan Tambah 22 Taman Kota

Sesuai amanat UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Tata Ruang, diamanatkan bahwa setiap kota harus memiliki luas lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) minimal 30 persen yang terdiri dari 20 persen RTH publik dan 10 persen sisanya RTH privat. Berangkat dari itu, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor berencana menambah jumlah RTH dengan membuat 22 taman baru yang tersebar di 22 kelurahan se-Kota Bogor.

Kepala Bidang Pertamanan DKP Kota Bogor, Dian Herdiawan mengungkapkan, Penataan Ruang Terbuka Hijau (PRTH) sendiri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Daerah. Namun di dalam implementasinya muncul beragam permasalahan seperti sosialisasi yang kurang efektif, terlambatnya respon untuk mengganti produk Peraturan Daerah (Perda) yang baru, dan kurangnya kemampuan pelaksana yang berhubungan dengan kondisi sosial ekonomi, politik dan kemajuan teknologi. “Kami akan membangun taman interaksi untuk masyarakat, dan nantinya taman itu akan ditanami tanaman lokas dan hias,” katanya.

Taman kota dengan lahan yang cukup luas itu nantinya bisa dikombinasikan dengan pembuatan hutan kota atau arboretum. “Contoh taman interaksi warga adalah di pinggir kali Cidepit disebelah SD Panaragan, Bogor Tengah yang memanfaatkan tanah milik Pemkot,” terang Dian.

Sementara untuk taman kota seperti Taman Paranginan, Kawasan Sempur, Taman Kencana, dan Malabar, masih kata Dian, pada tahun 2011 silam semuanya telah dibuat dan disempurnakan dengan fasilitas jogging track-nya.
Bahkan di tahun 2012 lalu telah dilengkapi dengan zona refleksi, dan di tahun 2013 ini semua taman kota itu akan dilengkapi sarana bermain anak. Sehingga taman bisa dijadikan alternatif wisata yang murah-meriah dan terjangkau masyarakat luas.

“Khusus untuk Kawasan Sempur akan mulai dipasang sarana gym atau fitness taman, dan Taman Malabar jogging track-nya akan ditambah gravel atau pasir merah sebagai alternatif tempat olahraga aerobik selain di Sempur,” jelasnya.
Lebih jauh Dian mengungkapkan, tahun 2013 ini pun DKP akan memasang papan himbauan. Hal itu dilakukan agar masyarakat tidak menempelkan beragam sarana promosi atau sosialisasi di taman, pagar dan jalur hijau. Papan himbauan ini diantaranya mengenai pemakaian sarana bermain anak yang dibatasi hanya sampai umur tujuh tahun. Pasalnya, di lapangan sarana itu justru lebih banyak dimanfaatkan bukan oleh anak-anak. Tetapi justrtu kalangan remaja, bahkan orang dewasa, sehingga sarana bermain anak banyak yang rusak.

Sumber: Jurnal Bogor

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

InfoBogor adalah sebuah media online yang menempatkan dirinya di tengah-tengah kesibukan warga Bogor yang terus mengembangkan dirinya.