Friday, 28/7/2017 | 12:38 UTC+7
InfoBogor
InfoBogor

Bogor Diprediksi Akan Mengalami Cuaca Ekstrem

Bogor Diprediksi Akan Mengalami Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem telah menimpa Bogor dan sekitarnya pada Jum’at 31 Juli 2015 lalu. Cuaca ini ditandai dengan turunnya hujan yang lebat disertai es, angin kencang dan petir yang melanda wilayah Bogor dan sekitarnya. Akibatnya, terdapat puluhan rumah warga yang mengalami kerusakan. Bahkan salah satu tempat makan di Bogor pun, ikut roboh karena terpaan hujan es dan angin yang sangat kencang.

Dedi Sucahyono selaku Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dramaga, menjelaskan, curah hujan yang terjadi pada Jum’at kemarin, tercatat hingga 93 milimeter. Hal tersebut melampaui batas normal, karena normalnya hanya sekitar 50 milimeter.

Selain karena curah hujan yang tinggi, teryata cuaca ekstrem tersebut dikarenakan adanya awan cumulonimbus yang terbawa ke wilayah Jabodetabek. “Awan hujan atau cumulonimbus yang terbentuk di atas permukaan laut terbawa ke wilayah Jabodetabek dengan kecepatan embusan angin 40 kilometer per jam (normal 20 KM/jam). Hal tersebut yang menyebabkan cuaca ekstrem,” ujar Dedi.

Dedi kembali menjelaskan, untuk angin puting beliung terjadi karena kontur di wilayah Bogor yang cenderung pegunungan. Hujan turun menimbulkan gaya gesek antara arus udara naik dan didukung pertemuan temperatur udara panas (suhu) dan udara dingin (awan).”Arus udara ini kemudian memutar membentuk angin puting beliung,” ujarnya.

Terdapat beberapa tanda yang dapat dirasakan, jika akan terjadinya cuaca ekstrem menurut Dedi. Seperti udara terasa panas dan gerah. Kemudian, di langit tampak ada pertumbuhan awan cumulonimbus yang tiba-tiba berubah menjadi hitam pekat dan turun hujan lebat, ditambah embusan angin cukup kencang. Menurut prediksi, cuaca ekstrem akan sering terjadi pada bulan September-Oktober, dimana pada masa tersebut akan terjadi peralihan cuaca dari musim kemarau ke musim penghujan.

“Untuk itu, jika masyarakat sudah melihat dan merasakan tanda-tanda tersebut agar selalu waspada. Fenomena cuaca ekstrem diprediksi akan sering terjadi pada September-Oktober, di mana terjadi peralihan cuaca dari musim kemarau ke musim penghujan,” tutur Dedi.

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

InfoBogor adalah sebuah media online yang menempatkan dirinya di tengah-tengah kesibukan warga Bogor yang terus mengembangkan dirinya.